Wednesday, August 31, 2005

birthday wish last night

( 'ssshh, just make a wish!' said someone )
Hmmmm.
It's really not so simple as one two three.
But it's not quite hard allright too.
What I think is a reflection of my attitude.
And my thoughts and attitude influences my action.
And those things predisposes the quality of my relationships.
So think positive, noble, wholesome thoughts about people!
Because kindness begets kindness.
So may I be more sensitive and open to people,
being less judgmental and more accepting,
willing to try new things so as to grow in knowledge and wisdom.
So I can live more fully and love more dearly.
....
Amin.

lahir untuk lahir

di rahimmu
aku bermain di luar benih laki-laki
belarian memburu kupu-kupu yang mencuri keindahan
dari taman kita
aku merasa gaib
di sepanjang oase yang hilang
rumput telah terbakar gesekan matahari pada tanah
api melambangkan kesunyian sendiri-sendiri
malam kulepaskan dari tali pusar
begitu saja
dari rahimmu
kubiarkan menangisi masa kanak-kanak
yang tak sempat lagi terjenguk
karena masa telah melahirkan berjuta-juta ibu
untuk bermilyar-milyar bayi:
dan akupun menjadi dewasa
karena rahimmu
aku menemukan zaman berbatu-batu
dan sujudku tiba-tiba menjadi masjid
aku mengaji di dalamnya
hingga melahirkan dan dilahirkan kembali

Friday, August 26, 2005

hawa pun pergi

Kemarin sore, got the news from ibu :
'hawa jadi pindah besok...langsung dibawa ke Cilegon'.
Cuma sempet ngobrol sebentar sama hawa, gak lebih dari 5 menit, itupun kebanyakan dengerin dia nangis.
Iya, nangis.
Bukan.
Bukan karena sedih gak mau pergi dan tinggal bareng keluarga barunya, tapi karena dia gak bisa ada bareng aku tanggal 29 besok.
Sedih karena gak bisa tidur bareng buat terakhir kalinya.
Keburu sedih duluan karena belum sempet cium Ulan dan Q la.
Padahal kita janji tidur bareng karena pasti Ewin gak akan ada malam itu.
Hawa berhenti nangis.
Iya, berhenti nangis.
Waktu aku bilang suatu saat nanti kita pasti bisa bareng lagi secara fisik dan masih akan tetap selalu nge-link secara batin.
'hawa pergi saja, tapi jangan bawa tangisan, dititipin saja dulu sama ibu tangisannya',
itu kata aku sebelum sambungan terputus karena sinyal jelek di Cipularang.
Hawa pun pergi.
Tidak telepon lagi.
Sampai sekarang.
Tapi kenapa semakin dekat rasanya...
Ya, pasti dekat.
Karena masih sama-sama di dunia samsara.

hawa pergi

hawa pergi mengiris perih
tetap saja batin tidak menangis
dan darah di nadi tetap membeku
keras...
duka sudah karatan
hanya bisa tersenyum sedih
hanya bisa bertanya pada angin
ke mana lagi cinta pergi?
dan tuhan pun tidak memberi tahu
sesungguh sungguhnya pedih
tapi tidak lagi bisa dirasa
ingin sekali bisa bicara
pada siapa?
tuhan saja tidak lagi mau ngobrol

*hope you always be good outthere...
be nice girl, still can come to me anytime you like

Tuesday, August 23, 2005

narasi akhir waktu

Jika tirai telah turun dan tertutup
saat itu juga lenyap segala
yang semula tergelar di pandangan mata
: panorama indah, tanah yang hijau, pepohonan rindang
alam yang makin porak poranda
dengan orang-orang yang bahagia
ataupun kecewa bersamanya

Orang-orang tua adalah para pendahulu
yang telah melahirkan keluarga dan keturunan-keturunan
di tengah lahan kehidupan yang kian pahit dan getir
dengan kegembiraan yang saling bergantian
kemudian mereka sendiri menjadi
orang-orang yang rentan
yang merasa asing dan kesepian
di tengah-tengah orang-orang yang mereka lahirkan

Apakah artinya kehidupan ini
dengan matahari, angin dan hujan
siang pun terkadang gelap seperti malam
dengan maraknya api di hutan-hutan
dan hati yang terbakar
karena benturan kepentingan yang dikejar-kejar
orang-orang yang bersahabat kini menjadi
lawan yang berhadap-hadapan
dan anak-anak yang dilahirkan pun
membantah orang tua dan guru-guru mereka
dengan seribu alasan

Apakah tirai yang tertutup yang sebentar lagi akan terbuka kembali
akan mempersoalkan untuk apa keringat atau air mata mesti mengalir
jika yang menang pun akan kalah suatu ketika
karena kebenaran ada di antara ketidakpastian

Adalah orang-orang muda
yang makin menjadi dewasa
dengan tangan-tangannya yang ringan
dan kepala yang dingin
diharapkan dapat menjawab
segala tanda tanya dan kepahit-getiran
sebelum langit runtuh
dan semuanya serba kehilangan....


*hasil ngobrol semaleman sama ayahku tercinta...

Friday, August 19, 2005

lahirlah bulan

setelah habis keriaan
berhias kemilau kuningnya janur
di sini kita
kau
dan aku
tanpa batas ruang
apalagi waktu
hanya ada wangi bunga melati
yang dihirup bersama
menjadi satu nafas
putihpun menjadi merah
merah
membara
terbakar
panas
seperti kawah gunung
dan lahar mengaliri lereng bukit
malam itu
lahirlah bulan

*for vera who just got married...
may God give you wonderful angels.

Thursday, August 18, 2005

INSOMNIA

MATAKU MASIH BELUM TIDUR LAGI
RAGA MASIH BANGUN
PUN DINI PAGI
PUN BULAN MENYIPIT
INGIN SEKALI RAIH MIMPI
TAPI TIDAK JUGA TERHAMPIRI
APA KARENA AKAL MASIH SAJA BERPUTAR?
BATIN MASIH BERCENGKERAMA?
KEMANA KANTUKKU TADI?
MAKIN TERSESAT SAJA AKU
DALAM HITUNGAN DOMBA-DOMBA
MIMPI MAKIN JAUH DARI MALAM
BENCI AKU PADA PAGI
SELALU MENCURI MIMPI-MIMPI

.....
heks...whuaa...gak bisa tidur.
knapa yaa?
perasaan lagi gak knapa-napa, lagi gak ada yang dikerjain juga gituh.
apa gara-gara abis dari solo seharian ini sampe-sampe antusiasnya masih blum ilang?
antusias? masa' seh?
rasa-rasanya gak juga...apa yang menarik dari solo selain jajanannya yang murah banget?
sangat so so...biarpun nyokap dari sana tetep aja gw gak pernah bisa betah lama-lama di solo.
rasa-rasanya time stop ticking di sana, pantesan katanya riset MRI yang nyari tau kota mana yang paling rendah tingkat stressfullnya sehingga membuat umur-umur orangnya lebih lama itu keluar no satu kota solo.
yaaa iya laaaah...pantesan ajah, everything running so slowly over there.
tapi buat gw mungkin kondisi low res kayak gitu justru bikin gw stress kali yee...
whhuuaaaa...males banget deh ngebahas solo hari gini.
mau tiduuuur tapi gak bisa-bisa!!!!!

Tuesday, August 16, 2005

antara saya dan bunga

Hidup itu seperti bunga,
segala yang mekar untuk kemudian satu per satu
ditiup dan dilupakan waktu.
Seperti William Blake bilang :
'bunga adalah kekekalan yang sekejap'
Begitu juga hidup, khan ?
Kebahagiaan yang dirasa cuma sementara.
Berakhir persis pada saat ia baru dimulai.
Seperti bunga, khan ?
Yang hidup untuk kemudian mati,
yang jadi pelambang
dari segala yang kelihatannya sia-sia.
Seperti masa muda, kebebasan atau malah cinta hingga kematian.
Bunga itu memang seperti hidup,
yang selalu dibatasi waktu.
Dan sayapun kadang merasa seperti bunga...
yang menjadi mekar dan harum,
untuk kemudian pada akhirnya mati oleh waktu.

monolog hujan ketika seorang laki-laki tidur

baru saja Kau hujani malam
aku telah menjaga tidurnya
ia pun menjadi laki-laki yang sederhana
bagi keresahanku yang panjang

jika kelak ia bukan kekasihku, Tuhan
matikan aku pada rasa cinta
pintu yang tertutup kulupakan mengetuknya
dengan tidak menyesal, biarkan aku bersedih
mengemasi rontokan waktu saat merasa sayang

kelak, andai ia harus menghilang dari hidupku
pindahkanlah matahari pada setiap rumpun bunga
dari hidup yang menjadi dingin karena hujan
kutuntut rahasiaMu
bagaimana agar tak panas menjadi kayu dibakar api

Tuhan
kuyakini
hujan pun mampu kuhangatkan pada hidupnya

Thursday, August 11, 2005

The Book

My friend came to my house last night with a book on her hand.
My eyes were attracted by a provocative book cover.
It's little bit naughty.
Once I picked up the book, voila!
"The Best American Erotica 2003".
I flipped it cover, read the back cover, and was proved right.
The sex topic has here been so interestingly, creatively and marveleously package.

'straight, bisexual, or gay; dominant or submassive; kinky or just curious, you're sure to be turned on by the steamiest Best American Erotica ever' - Quote from Susie Bright.

I read the book instantly.
Basically, this book is compilation of erotic short stories written by well-known authors such as Jill Soloway ( remember HBO's Six Feet Under ? ) and Chuck Palahniuk ( Fight Club ).
When I say erotic stories, I really mean SEX; heavy duty bondage and leather, ivory and ebony mixes, young and old, fisting and plenty more besides.
Stuff that is guaranteed to cause arousal, whatever one's sexual orientations are.

The book starts with an introduction and Q&A with the Best American Erotica authors but I didn't waste my time with that and jumped directly to the main course.
The first story 'The Baby Sitter' is about a cheating husband who gets busted by his wife while doing the baby sitter ( did I mention she's young and blonde ? ).
Obviously she is soon replaced by a five foot ten girl, weighing close to two hundred pounds with a Mohawk haircut and six earrings. This time the wife has all the fun.
But my favorite tale is written by Mel Smith and is called, 'Nasty'.
It's about gay stories, hmmm...it's so sexy.

Over all, the book has succeeded in showing me that speaking about sex is not something to be frowned upon. It is a natural feeling and need that is shared by all of God's creatures.
However...as human beings, we can all choose our own methods and modes of sexual expression.

Wednesday, August 10, 2005

little note in the morning

Tadi pagi ketika melintas di jalan raya,
dan harus berhenti karena macet atau nyala lampu merah,
selalu kaca mobil diketuk peminta-minta jalanan.
Dia akan terus mengetuk sampai kita memberinya uang receh,
dan berlalu ketika kita diam membatu seolah dia tidak ada.

Sampai kantor, kadang kebanyakan kita langsung nyelonong ke ruangan
tanpa peduli staf di front office
atau office boy dan satpam yang kita lewati.

Kebanyakan dari kita tidak peduli dengan tatapan mereka,
yang sebenarnya hanya berharap kita menoleh dan melepas senyum
-sapaan saja seringkali menjadi hal yang mewah bagi mereka- sehingga berharappun mereka enggan.

Begitulah, kita anggap semua berjalan baik-baik saja.
Karena tidak ada persoalan yang muncul akibat kebiasaan dan rutinitas kita itu.

Tapi tahu gak seh ?
Bahwa perlakuan kita di traffic light sudah membuat beban psikologis peminta jalanan itu kian menumpuk?
Beban karena tidak diberi, ditambah dengan sikap kita yang seolah mereka tak ada.
Boleh saja kita tidak memberi uang tapi sebenarnya kita tetap bisa meringankan beban mereka dengan memberi seulas senyum, bahasa tubuh atau bahkan ucapan yang menyejukkan.
Tentunya itu akan membuat mereka senang, ada keyakinan dalam hatinya bahwa masih ada orang yang menghargai keberadaan mereka sebagai manusia.

Ungkapan verbal berupa sebuah kata juga senyuman sebagai ungkapan empati adalah little stuff buat kita tapi besar artinya bagi mereka.

Dari sini saya tahu, apa yang salah ketika banyak orang mengeluh oleh dunia yang makin tidak ramah,
hidup yang keras, hari-hari yang panas.
Ternyata sikap abai kita terhadap little stuff tadi memberi andil atas terciptanya situasi itu.

Coba bayangkan indahnya dunia ketika semua orang tergerak untuk menunjukkan simpati, solidaritas dan rasa sayang.
Tanpa harus disembunyikan dan ditutup-tutupi.

Seperti kata orang bijak, seulas senyum dan sapa hangat akan mencerahkan sebuah hari.

Tuesday, August 09, 2005

couple glasses of wine

Beberapa waktu lalu gw sempet dinner sama ex rekan kerja. Ber-4an di suatu tempat di daerah Thamrin.
Bukan fine dining, just fine sharing, I think.
Senangnya, beberapa gelas merlot dan shiraz masuk ke perut gw. Salah seorang teman bilang gw mabok karena dia ngeliat gw mulai cuek nyela dan ngasih comment tajem tentang seseorang yang lagi kita bahas.
Gw ngotot bilang ngga'.
Ngga' mabok.
Emang ngga' koq.
Gila aja kaliiii....cuma 4, 5 ( atau 6 yaa ? ) gelas wine bisa bikin mabok ?
Khan bukan tequila ?!
Sayangnya aja gw gak mabok....padahal pengen juga sekali-sekali gituh bisa jadi orang jujur.
Lho ? Hubungannya ?
Iyyyaaa....gw suka bingung kalo ada orang yang bilang mabok itu gak bener, gak beres.
Padahal kalo dipikir-pikir cuma saat mabok loe bisa lepasin semuanya, bisa ngomong jujur sejujur-jujurnya. Orang jujur khan bagus.
Tapi kelakuan loe bisa jadi beda, jadi ancur kalo lagi mabok, kata teman gw.
Iyyyaaa lah, pasti beda....ancur gak ancur khan relatif. Lagian masa' orang mabok efeknya jadi kalem, jadi ja-im kaya' puteri Indonesia, percuma bayar mahal-mahal buat mabok kalo efeknya kaya' gitu.
Kalopun gw nyela, itu bukan gara-gara wine-nya.
Tapi emang karena orangnya pantes dicela.
Bukannya mau ngomongin orang.
Tapi emang bagus dianalisa kasusnya tu orang.
Semata-mata biar loe semua termasuk gw, gak jatoh di lubang yang sama.
Itu kata gw.
Ah, loe mabok kaliiii....soalnya loe gak pernah ngomongin orang kalo kondisi loe lagi sadar, teman gw ngebantah lagi, keukeuh nyalahin wine yang beberapa kali refill di gelas gw.
Dasar, loe aja sirik karena loe gak bisa minum beginian.
Loe aja yang takut mabok.
Mabok minum.
Tapi loe sebenernya sering mabok yang lain. Yang efeknya jauh banget dari yang namanya jujur.
Loe mabok produk-produknya Furla sama Mango.
Loe mabok sama cowo' selingkuhan loe.
Loe mabok dikerjain sama kerjaan loe.
Loe mabok dan loe mesti bohong sama perasaan dan pikiran loe.
Loe mabok Furla dan Mango biar loe dibilang ngikutin trend, sebenarnya loe sayang juga khan ngeluarin duit segitu banyak cuma karena pengen dapetin pujian dari orang.
Loe mabok kepayang sama selingkuhan loe padahal loe tahu itu cuma fatamorgana, berasa deket padahal gak sebenar-benarnya eksis.
Loe dibikin mabok sama pekerjaan loe dan loe be-te tapi loe jalanin juga dengan mengumpat-umpat persis kaya' loe bilang gw begitu kalo gw lagi mabok.
Loe, minum gak minum juga mabok.
Mending gw, cuma mabok kalo lagi minum doang.
Inipun gw merasa masih belum mabok-mabok amat.
Nah, loe mulai mikir khan ?
Hitam putih.
Baik buruk.
Kanan kiri.
Akal sehat loe mulai berotasi.
Tangan loe mulai mengambil gelas wine gw yang tinggal sedikit isinya.
Loe teguk.
'Mbak, saya minta ditambah yaa...?' kata loe kepada waitress yang berdiri terus di ujung pintu ruangan privat itu.
Cheers.
Then we laughed together.
We end dinner.
Dear my friend, gak ada sesuatu yang bathil di dunia ini.
Semuanya baik dan akan menjadi benar selama loe bisa memaknainya dan makna itu bisa membuat loe menjadi lebih berkualitas, syukur-syukur kalau loe bisa share ke orang di sekeliling loe.

time off

don't be angry, please...
I just try to find an easier way
to get out of our little problem
yes, little problem that never end
not because we never tried to solve
you did
I did
we both keep searching a way out
something to work hard at I guess
and you'll never give it up
( that's something I love so much about you )
but I almost
now, I need sometime off
I'm okay
will always be okay
don't worry, dear
I'll see you when I get back
believe me

Wednesday, August 03, 2005

waiting...waiting...waiting...for presenting something to someone acting like 'orang penting'

kita yang pertama tiba
melangkah dengan masih membawa sisa malam di mata
...malam gratis tanpa mimpi bahkan lelap
dengan konsep dan muara ide dalam format kertas dan digital
dalam kerangka mempengaruhi pikiran dan kebiasaan orang
dan
sampai di sebuah ruang besar tanpa makna
ruang transit
untuk fisik, pikiran dan rasa yang mungkin terlelahkan
menunggu
menanti
berharap gemerlap warna-warni cemas terbayarkan
berupa senyum di lingkaran wajah
kepuasan akan karya
dari rekan kerja sama
tapi, tunggu dulu...
masih belum,
detik ke menit
menit ke jam
dari pagi sampai matahari tepat di atas kepala
bikin ubun-ubun terbakar
bukan
bukan gara-gara mataharinya
lebih ke waktu sia-sia terbuang karena ketidakpastian
(walaupun gw penganut "emang ada sesuatu yang pasti selain ketidakpastian di dunia ini ?")
pintu terbuka...
masih belum
belum selesai
tunggu saja dulu
dari pada menunggu di ruang mati
mending ke ruang penuh kehidupan
makan saja dulu
menyambung tenaga, mengisi kekuatan
untuk kemudian menunggu
lagi
lagi
lagi
....
kini waktunya,
sebentar, waktu
kita kembali lagi
dejavu
tapi matahari sudah di sisi satunya lagi
pintu terbuka
lebar
dan kosong
sampai Bapak datang
mencairkan kemelut
antara ya dan tidak
presentasi diargumentasikan
eksekusi direboisasikan
diskusi
ide penetrasi
tapi sepertinya semua tidak berfungsi
Bapak pakai guna-guna
sehingga kita merasa semua tidak berguna
sukarela yang terpaksa
tidak diragukan lagi
kita harus, masih tetap kembali
Bapak dan kita bertukar selamat sore
dan banyak sekali terima kasih
( buat apa ? buat Bapak karena sudah menjalankan fungsinya sebagai Yang Maha di sana ? )
pintu terbuka
kita keluar penuh sepenuh jiwa
dengan bekal sedikit kepastian dan banyak sumpah serapah
sebagian besar kita tidak kuasa menahan
bertukar kepala
bertukar perasaan
menyatukan nasib
nasibmu
nasibku
nasib kita
tiba-tiba selesai sudah untuk hari ini
hari ini saja
masih banyak yang harus dimulai lagi dari awal
besok terletak di depan kita
yang hari ini kita pungut saja sambil memejam mata

Monday, August 01, 2005

PERDANA

hmmm,
gimana rasanya ya punya blog ?
inikah rasanya ?
belum tau mau curhat apa...
tapi serba pengen ngeluarin isi kepala, isi hati.
kayak layangan, mesti tarik-tarikan...
antara angin atopun layangan lain.
serba bingung, digini-in ato digitu-in.
tapi yang pasti,
gw punya area ndiri yang gw harap bukan cuma sekedar jadi tempat sampah gw.
tapi lebih kaya' cermin,
yang kalo gw liat berulangkali bisa menimbulkan inspirasi
ato bisa bikin gw lebih mawas diri.
itu aja.