Saturday, December 23, 2006

dewi sumeria inanna (4000SM)

kita, dewi ilahi, yang melahirkan segala hal dan mendatangkan matahari baru
yang mampu menghangatkan dan mampu menghanguskan
kita, perempuan, diciptakan untuk mencipta dan mencintai
dan luka yang harusnya bisa mengubah madu menjadi empedu..
mengubah malaikat menjadi setan,
tetap saja kasih yang mengalir
dan tidak pernah berkesudahan



*happy mother's day..

Tuesday, December 19, 2006

Just be, be and be..

Ketemu temen lama di sebuah party ultah temen, Ree (sebut aja gitu), kemarin.
Party yang bertema 'be black' itu dilakukan di sebuah cafe gedung paling atas di Sudirman dengan view langit malam yang hmmmpfh... romantis pisan.
Tapi suasana yang harusnya romantis jadi gak banget karena temen lama gw itu super brisik. Hopefully she's not reading this blog ;p
Budaya lama yang gak berubah, gossiping.
Gosip dari yang paling anget ampe yang paling basi.
Dari Aa' Gym, skandal anggota DPR itu sampe temen gw yang ultah juga dibahas ma dia.
"It's crazy. Lo tau khan kalo party ini dibayarin ma pacarnya yang dah merit punya 2 anak ituuuu??!!", bisiknya setelah dimulai dengan ancaman standar : jangan bilang-bilang yeee... for your ears only!!!
"I cant believe it, mereka pacaran dah lama banget kan Ca, knapa gak merit aja yaa? khan gak pa pa... lagi trend tuh poligami... atau dia lebih seneng jadi simpenan daripada istri beneran yaaa?"
Gw cuma bisa senyum, males sebenernya ndengerin ato ngebahas yang beginian.
Bukan urusan gw orang laen mo pacaran doang, merit siri ato moligami.
Jadi inget chattingan gw ma Bucin beberapa waktu lalu tentang ginian.
Tapi emang bener sih, daripada bikin dosa berkepanjangan mending merit.
Trus kalo merit, apa bisa jadi jaminan gak bikin hal yang sama ke orang yang lain lagi?
Gak juga.
Mending kayak temen gw yang ultah itu kalo gitu, gak perlu merit, karena emang based nya adalah azas manfaat.
Yang cewe' manfaatin materi, yang cowo' manfaatin badan.
Impas.
That's what you called, business.
No ethic, norma dibikin sendiri, rules juga berdasarkan gentlement agreement.
Kalo gak puas, selesai.
Lebih jelas khan? Gak perlu menduga-duga, kalo salah satu cemburu gak perlu sesumbar bilang: Sumpah deh, aku gak ngapa-ngapain kok sama dia... trust me Beib!
Karena harusnya sama-sama paham kalo gak ada yang tulus di hubungan seperti itu.
Gak percaya??
Coba aja. Test kecil.
Kalo lo ada di posisi seperti temen gw itu, coba ajak merit si cowo'nya, pasti ada aja alesan buat nunda.
Kalo lo adalah cowo'nya, coba lo stop beberapa bulan segala macem pengeluaran lo yang biasanya buat dia, apa dia masih tetep mau ngasi special treatment?
Kalo ternyata lulus testnya, she/he might be good person hanya salah moment aja.
Kalo udah sama2 maksutnya baik mending merit, apa pun yang terjadi, you guys have to fight for it.
At least you wont be a person with a black heart inside.
Cheers.

Friday, December 08, 2006

Time: 23:10:42

Wajah-wajah karib di dalam tanah sana melelehkan dada.
Aku hanya berdua dengan laut coklat kecil. Di samping gelaran R.I.P bertaman kamboja.
Mata berjaga dengan jarak antara aku dan segala.
Ssst, jangan pernah takut mati, Ca.. , bisik sebuah suara.
Aku tersenyum.
Tentu saja aku takut, aku belum sepenuhnya berhijab.
Suara itu tak lagi berbisik, ia tertawa. Keras.
Dan aku membenci tawa itu. Seperti yang sudah-sudah.
Kuambil pisau lipat di selipan tas dan getaran tawa kubilah menjadi serpihan tipis.
Ia terkekeh perlahan, perlahan dan perlahan.
Aku menatapnya mati dalam malam.
Bertambah satu lagi nisan granit di sana.
Sementara aku masih berjaga-jaga di sini, berdua dengan laut coklat kecil.

Wednesday, November 29, 2006

dalam sebuah taksi semalam

tertata ulir ban hitam di sepanjang jalan menuju ke rumah memendarkan debu jalanan yang selalu setia dengan aspal walau ditindih sorot lampu -lampu jalanan, lampu langit- menggenapi langkah keletihan hari ini.
hampir setengah malam.
dalam sebuah taksi rinduku memuai memenuhi ruangan kotak tanpa celah bincang.
mencekik sampai batas ubun-ubun.
berulangkali melepas napas berharap rindu larut bersamanya.
mengasap, mengabu kemudian menghitam dan rontok ke sepanjang jalan seperti polusi yang menua di waktu yang meredup.
seperti saat ini.
kosong.
cuma ada rindu.

Saturday, November 25, 2006

strange conversation

Udah 3 hari ini chatting intensif dengan seorang teman baru dari India, seorang IT person, umurnya masiy 28 tahunan, dia memperkenalkan dirinya sebagai seorang New Ager.
New Ager?
Iya. Dia seorang yang tertarik dengan spiritualisme lintas agama dan menganut pola hidup spiritual.
Menurutnya spiritualisme adalah the heart of religion dan agama itu tidak sectarian tetapi universal.
Dia bicara tentang Timur dan agama barunya.
Tentang sekumpulan anak muda yang bernyanyi Hare Khrisna di pinggir jalan, anak-anak muda dengan jins belel melakukan meditasi dan The Beatles yang duduk ngedengerin wejangan Mahrishi Mahesh Yogi pada jamannya.
Dia bilang bahwa Kamasutra itu ajaran New Age, diperkenalkan seorang bernama Osho yang punya nama asli Sri Rajneesh Chandra Mohan, dia juga yang pertama kali di tahun 80-an mengumumkan tntang AIDS dan menganjurkan semua orang yang mau hadir di setiap pertemuannya untuk menunjukan sertifikat bebas AIDS.
Oalaaah, he talked so much ke seseorang yang baru dia kenal.
Konteksnya berat pula.
Menurutnya bahasan yang dipeluk seorang New Ager meliputi banyak hal, tentang potensi manusia, falsafah diri, mistisisme, channeling, konseling psikis dan psikologis, astrologi, ilmu tentang aura, yoga, tai chi, meditasi, hingga menjadi seorang vegetarian.
Ide adanya New Age ini sama dengan aliran-aliran baru lainnya seperti Kaballah, Trancedental Meditation (TM) di tahun 60-an, Hare Khrisna yaitu ingin mengakhiri masalah perbedaan ras dan kemiskinan.
Mereka sama-sama membenci perang dan peduli alam, hmmm.. which is di semua agama juga begitu menurut gue.
Transformasi sosial yang katanya sangat dibutuhkan harus dimulai dari transformasi individual, karena bukan cuma alam yang berevolusi tapi juga manusia, secara diri dan ego.
Setelah dia bicara luas tentang status New Age nya itu, dia bertanya ke gue.
Kamu tertarik gak jadi seorang New Ager?
Gue jawab, gue yakin gue adalah seorang New Ager sejak dia bilang Kamasutra itu adalah ajaran New Age.
Dan dia bilang : you really have a greaaaaaaat sense of humour..
Dan dia mendadak diskonek.
Dan sampai sekarang.

Tuesday, November 21, 2006

aku

kalau sampai waktuku
'ku mau tak seorang 'kan merayu
tidak juga kau
tak perlu sedu sedan itu
aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang
biar peluru menembus kulitku
aku tetap meradang menerjang
luka dan bisa kubawa berlari
berlari
hingga hilang pedih peri
dan aku akan lebih tidak peduli
aku mau hidup seribu tahun lagi

....

that is you, myself!

sekarang,
aku telah (akan selalu) menulis diriku sendiri
aku menerima diriku sendiri
meski (ternyata) tak semua menerima aku,
aku tak (begitu) peduli
menulisku-meditasiku
yah! writing is a lonely profession, indeed!!
do you read me?
...
?
t e r s e r a h

Thursday, November 16, 2006

virtual tattoo

aaaw.
aku meringis dalam hati.
bukan..
bukan karena ujung logam kecil runcing yang menari di atas kulit dan meludahinya dengan liur biru dan merah.
bukan juga karena pedih yang melelahkan setelahnya.
tapi kebisuan ini.
begitu senyap bermakna.
kulitmu yang mau tak mau menyentuh kulitku.
meninggalkan sayatan berbentuk lukisan.
dua daun surga dengan sebilah belati di antaranya.
matamu yang dari awal hingga akhir tak lepas menghayati goresan itu.
goresan berdarah.
darahku.
'jangan kamu lihat aku seperti itu' katamu.
heh? bahkan matamu saja tak pernah sedikit pun menatapku.
bagaimana kamu bisa tau..?
oh ya, aku lupa kalau kamu lucifer.
'melukismu adalah obsesiku sejak lama, tapi bukan keinginanku'
aku diam.
meringis.
'bicara Ca'
aku tetap diam, menunggumu melihat mataku.
tapi tak pernah sekali pun.
'darahmu masih keluar sedikit, tak apa.. cuma sebentar'
'setelah kering kamu bisa pergi dari sini'
bagaimana bisa? hati ku tak pernah mengering.
diambilnya cardiganku dari atas kursi itu.
kupakai dalam diam.
'aku masih lucifer Ca, baiknya kita jangan ketemu'
aku mengangguk.
dalam diam aku pergi.
darah di bahu belakang sudah sedikit mengerak.
tapi hatiku tidak.
aku diam karena kamu lucifer.
dan aku masih originally sinner.
memang baiknya kita tidak ketemu.
lagi.

Wednesday, November 01, 2006

behind the scene

Setelah jam-jam lenyap dipudarkan jajaran lampu pijar dan mulai meruahkan gerah yang kelabu yang kutau seperti biasanya akan menghitam, dan lagu-lagu keroncong yang kemarin-kemarin termainkan oleh jiwa-jiwa yang gaduh mulai surut menguraikan salam-salam yang sesungguhnya tak pernah benar-benar mengajak pulang, kini tinggal aku.

Puas melepas lelah di ranjang yang mimpiku pun tak lagi ada di sana.
Mulai lagi menarasikan skenario masa depan dengan tinta merah yang keluar deras dari pori-pori di ujung telunjukku, menuliskan basah kering perjalanan syahadat dan membacanya kembali setiap saat semata untuk benar-benar pulang.

Ketika lampu-lampu benar-benar kehilangan pijar dan sebuah bentangan kain putih menutupinya dari serpihan debu yang katanya nanti datang dari langit dan terhembuskan angin membentuk lapisan tipis, aku masih di sini.

Saturday, October 21, 2006

jum'at kesumat...

Aku bahkan lupa ini hari Jum'at, karena rasanya seperti bukan hari Jum'at biasa yang kemarin-kemarin tersinggahi kurun waktu kerjaku.
Hari ini begitu ringkas mengingat akan ada banyak hari yang dijajaki tanpa mataku menuju padamu kendati hati saling silang.
Pikiranku gelagapan karena jeda perjalanan cerita dunia kita.
Absensi membendung kata yang justru sering tak bertutur namun tertuntun runut dan terus menerus memenuhi ruang batin hingga menyiramkan wewangian manis lagi lembut.
Terus terang aku sungguh tak tau apakah bisa benar-benar berlibur dari penggalan cerita warna-warni yang bahkan belum sempat terbaca halaman demi halaman.

Dan ini hari Jum'at. Sebentar lagi menyeret aku laksana kilat mengantarkan ke sebuah tempat yang diam tanpa terang bahkan setitik lentera pun tak berkenan.
Meninggalkanku di sana seorang diri, meneteskan impian dan meluapkan imaji dari banyak kisah yang belum terlakoni.
Membayangkannya saja sudah membuatku letih terbebani rindu yang ganjil.

Hari pertemuan masih jauh, melewati semak belukar yang memiliki jarum di setiap tepian daun kecilnya dan siap menusukku walau kutau kamu yang akan berdarah, menyisiri tepian bebatu panas yang dalam sekejap memerahi telapak kaki dan kutau kamu yang akan terkuliti.

Tak bisakah hari suci kuhikmati sambil menuai gemerlap dari sinar wajah yang menyiratkan ketololan yang menggairahkan, hingga menambah hiasan yang melengkapi tubuh?
Semoga saja Jum'at ini dapat menculik kerinduan itu dan mengurungnya rapat-rapat dalam sebuah sel kecil tak bercelah lagi bernyawa.

Sampai suatu ketika nanti.
Semoga.

*happy ied...

Wednesday, October 18, 2006

keabadian semalam

Sepasang mata kecil yang bahkan tak menatap padaku telah menghisap luluh lantak cairan di jiwaku.
Menciptakan keheningan yang teduh.
Keheningan yang membisukan perasaan manusiawi.
Keheningan yang berasumsi.
Sementara ia tetap dalam kenaifan yang suci.
Dalam kotak bening itu, dunianya tercipta seketika di kepalaku.
Kepalanya, kepala mereka.
Kenapa kejernihan selalu melahirkan keheningan?

Sebuah raga baru berbalut perca putih telah memuralkan pikiranku.
Mencuri ruang kosong hari di sela-sela kesibukan yang maya.
Menempatinya sebagaimana memang mestinya ia berkediaman.
Dalam diam yang memporakporandakan keceriaan sesaat.
Sementara ia tetap ada di sana, di antara sela-sela itu, bergerak kecil namun cepat.
Balutannya membalut juga seluruh panca inderaku.
Darah pun terhenti.

Jiwa sebesar bumi dan langit itu ada di sini.
Di kubus putih penuh cahaya buatan.
Yang mengilat beberapa kali.
Ke arahnya.
Ke raganya.
Namun tak sanggup mengalahkan sinar matanya.
Yang bahkan tak pernah menatapku sampai bintang menyeret rembulan.
Pada mu kurasakan kehidupan.
Pada mereka kurasakan kematian perlahan.

Kurasakan energi maha dari kotak bening itu.
Yang kemudian beralih ke dekap hangat abadi.
Kuberanikan menyentuhnya dari jarak dua puluh senti.
Mencintanya lebih dari setubuh.
Seolah ia keluar dari ku.
Antara kita cuma ada tarikan dan hembusan nafas.
Diselingi lendir wangi dari bibirnya.


*inspired by Reyhan, bayi nyaris dua bulan di photosession semalam.

Wednesday, October 11, 2006

awal hari 11 oktober 2006

pagi sekali,
kupandang matahari jingga
tatap mataku menari di antara hampa dan isak
sering kubiarkan beribu coba menampar
berjuta duka membakar,
menyeret semua senyum
hatiku hanya bisa bisu
mengenang laluku
melihat semua itu, biru langit mencibir
walau begitu..
asaku masih belum mati
tapi mampukah matahari iringi citaku
sedang begitu banyak harap kutorehkan
dalam satu garis
yang tak mungkin habis

Tuesday, October 10, 2006

cinematherapy

males ngomong
males ngapa-ngapain
males bengong
males tidur
males weekend kemaren terobati sama film
windstruck
my life without me
brother sun sister moon
little man tate

siap menghadapi senin dengan lebih ceria...
halaaaah!!

Saturday, September 30, 2006

the little show?

Kemaren malem ngobrol sama temen, copy writer, di resto kecil di Cikini situ.
Sebentar tapi meaningful.

Cerita tentang kerjaan dia di tempat baru (males gak sih ngebahas kerjaan after office hour, emang cuma kerjaan doang yang mempersatukan kita, heh Lin??), tempat gaul abg (lagi-lagi ngomongin ini buat kerjaan juga), private lifes of Indonesia's stars yang lagi happening (jadi free lancer sama dengan bebas nonton acara TV fav, katanya, jadi bisa update trus ama berita beginian.... *eh, penting yaaa buat topik pembicaraan??*), sampe akhirnya dibikin bego sama bahasan tentang advertising spot.

Gara-garanya pas nonton TV yang ada persis arah jam 10 dari kita tiba-tiba dia nyeletuk: sepanjang kita ngobrol sambil bentar-bentar ngeliat TV gini... kok kita gak ngomentarin iklan yaaa?
Pertanyaan simple dari seorang yang juga kerja di advertising itu sedikit bikin gw mikir.
Saat itu gw cuma jawab mungkin dari tadi iklannya kebanyakan yang linear, jadi lewat aja saking seolah-olah dah sering liat atau malah justru pas iklan tayang, kita memalingkan muka kita dari TV tadi.... dan dia ragu-ragu mengiyakan.

Mungkin gak ada yang entertainy kaliii...
Mungkin bosen...
Mungkin basi...
Mungkin yang namanya break ya udah break, break dari aktivitas nonton TV, ngambil minum aja duluuu... ke kamar mandi aja duluuuu.. ngetik sms aja duluuuu... ( hihihi, kalo ini mah gw pisan!)
Mungkin kita nya yang gak nganggep iklan itu tontonan.
Boro-boro dibilang menarik, ditonton aja nggak!

Gw penasaran.
Mungkin cuma kita berdua aja yang bertanya-tanya tentang ini.
Belum tentu orang meja sebelah mikirin.
People talk about everything, the latest football game, business, politics, religion, everything but advertising spot.
Kenapa?
Temen gw bilang : because advertising people are the worst storytellers of all storytellers.
Bahkan seorang jurnalist aja punya better sense of impact and entertainment than we have.
Buktinya orang tetep 'manteng' di depan acara news yang isinya padahal tentang perang.
Contentnya sih mungkin shocking tapi acara itu tetep big show.

Hmmm, mungkin pertanyaan temen gw itu gak akan keluar kalo aja yang ada di TV tadi adalah filmnya James Bond. It is a 120 mins commercial featuring brand BMW, Omega and etc.

Apa ini berarti brand/product manager mesti ngasih uangnya ke sebuah movie production untuk produce a great story around their brand hingga lebih bisa menghibur orang banyak??
Masih belum bisa emangnya ya sebuah 60 atau 30 detik durasi diisi sama great show?
Duh, banyak faktor penentu bisa nggak nya kali yaaaa...?

Tapi ya lagi-lagi malam itu kita cuma bisa jadiin ini wacana aja diselingi kemungkinan kemungkinan dan barangkali barangkali.

Dah aaaah, lain kali kalo ngabuburit jangan sambil nonton TV.
Bawaannya nanyaaaa mulu'!

Monday, September 18, 2006

7 years.
happy anniversary.
what a lovely-glorious painful.

Monday, September 11, 2006

too far, darling... too far.

far..
so far away
the words that i want to say
i can't reach them out for you
too high to be caught
too heavy to be carry
should i?
should i wait for once again?
to know that i love you
or i love the love itself?
i don't know
it's just too far away

---

Friday, September 08, 2006

everytime

Notice me
Take my hand
Why are we
Strangers when
Our love is strong
Why carry on without me?

Everytime I try to fly
I fall without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
And everytime I see you in my dreams
I see your face, it's haunting me
I guess I need you baby

I make believe
That you are here
It's the only way
I see clear
What have I done
You seem to move on easy

Everytime I try to fly
I fall without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
Everytime I see you in my dreams
I see your face, you're haunting me
I guess I need you baby

I may have made it rain
Please forgive me
My weakness caused you pain
And this song is my sorry

At night I pray
That soon your face
Will fade away

Everytime I try to fly
I fall without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
And everytime I see you in my dreams
I see your face, you're haunting me
I guess I need you baby

---

ewiiiiiiiiiiiiin... hmmmpfh.

Wednesday, September 06, 2006

Nyesek deh denger topik tadi pagi di radio pas otw ke kantor. Tentang TKI di luar negri.
Ada kejadian di Malaysia, salah seorang TKI yang bekerja sebagai PRT disetrika bolak balik, depan belakang!!!! ngebayang gak sih...?!
Itu baru satu kejadian dan masih banyak kejadian lain yang konteksnya kurang lebih sama.
Padahal kebanyakan mereka pergi ke luar negri secara legal, untuk cari uang, yang juga sedikit banyak berkontribusi terhadap devisa negara, harusnya dilindungi undang-undang dooong??
Tapi ya gituh, peraturan udah gak jelas lagi fungsinya buat apa.
Bukan lagi buat memanusiakan manusia.
Mungkin urusan batur dirasa gak perlu lagi diatur panjang lebar.
Tapi khan batur juga manusiaaaaa...!!! Hmmmpfh...sana sini disiksa.
Udah mereka harus duduk di lantai bandara waktu nunggu pesawat yang bakal ngebawa mereka bekerja di luar Indonesia yang katanya tercinta ini, trus di sana juga mesti ngalamin kepedihan lahir batin.
Sinting!
Dan gue di sini cuma mau bilang, berenti deh nyiksa para batur lo, omongan atopun fisik!!
Sumpah demi Tuhan, lo gak bakal selamet dunia akhirat.

Wednesday, August 30, 2006

yuuuuuuk...mari!!!

Mari bicara soal bangsa, Ca, kata Pak Agung
Masih adakah yang bisa dibicarakan, by the way?
Ketika masing-masing kita menghujat Indonesia
Sampai habis sumpah serapah
Tetap saja kita memaknai Indonesia sebatas baik dan buruk
Kenapa tidak mulai saja Bapak bersyukur
Aku pun bersyukur
Bersyukur bukan pasrah
Tapi coba berbuat lebih baik lagi
Itu lebih penting daripada melulu bicara
Tapi kalau memang bangsa ini terlalu bodoh untuk bisa bersyukur
Lebih baik cari saja kandidat pemimpin yang sekaliber Hitler
Karena aku masih percaya
Indonesia tetap perlu diktator untuk bisa bertahan
So please, lovely mister, jangan pernah lagi ajak bicara tentang ini
Lebih seru nonton Matrix saja
Konsep filosofinya gokil abis
Yuk?

*happy birthday buat DPR, semoga suara rakyat sebenarnya ada di situ.

Tuesday, August 29, 2006

aku (kah?)

Jiwaku adalah jiwa yang bebas
Merdeka tanpa jeruji
Bahkan tanpa nama yang mengikat diri
Sedari lahir hingga mati
Jiwaku adalah jiwa yang lepas
Terhempas ke atas
Atau ke bawah
Bahkan ke semua sisi
Jiwaku adalah jiwa yang hidup
Akan selalu hidup karena yang dicari bukan dogma
Itu cuma ada di penjara
Jiwaku adalah jiwa yang kembara
Bersenyawa terhadap semua
Kadang memihak
Kadang tidak
Bebas
Lepas
Hidup
Mencari makna

aku ingin seperti air,
yang selalu mengalir dan dirindu sewaktu gersang
aku ingin seperti angin,
yang selalu bertiup dan hilangkan gerah
aku ingin seperti bintang,
yang dengan sedikit cahayanya bisa terangi bumi saat gelap
aku ingin seperti bara,
yang menjadi sedikit api dan bisa hangatkan musim dingin
tapi aku cuma aku,
an ordinary growing woman
yang punya pelajaran hidup
dari banyak peristiwa zahir
yang came in dan came out begitu saja
dari semua peristiwa batin
yang bikin tersenyum dan bahagia
bikin menjerit dan menandaskeringkan airmata
aku cuma aku,
yang katamu adalah kumpulan seribu satu
keping teka teki yang masih belum terselesaikan
dan aku cuma aku,
yang mudah-mudahan tidak akan pernah putus
menafaskan Tuhan di setiap helaan..


*all, thanks for supporting me.

Tuesday, August 22, 2006

aku sakaw sekarang, mungkin sampai nanti

BAB I
Ketentuan Umum
Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
...dst...

BAB XIV
Ketentuan Pidana
Pasal 59
Barang siapa:
Menggunakan psikotropika golongan 1 selain dimaksud dalam pasal 4 ayat (2), atau memproduksi dan/atau menggunakan dalam proses produksi psikotropika golongan 1 sebagaimana dimaksud dalam pasal 6; atau mengedarkan psikotropika golongan 1 tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 ayat (3); atau mengimpor psikotropika golongan 1 selain kepentingan ilmu pengetahuan; atau secara tanpa hak milik, menyimpan dan/atau membawa psikotropika golongan 1 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun, paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
…dst…

dan kamu seperti ‘the three stooges’
sabu-sabu, putaw, ekstasi
bikin aku ketagihan bikin dosa
aku sudah terapi air di pagi buta
tapi dingin sakaw bertambah dingin
mungkin aku harus diisolasi saja
di panti rehabilitasi
dengan kaki, tangan dibebat tambang kapal
supaya kalau tiba-tiba sakaw datang
pasti fisik meronta, tetap tak kan lari ke mana
mulut juga harus disumpal pakai bahan karpet
biar kalau gilanya kumat, teriak tetap tertelan
atau aku harus lakukan upacara pengusiran setan
dengan bantuan uskup?
hingga bukan lagi exorcismus simplex et privatus
mumpung aku belum mati gara-gara over dosis
in memoriam: oca
dan kamu pasti tertawa
puas..

Thursday, August 10, 2006

cerita kupu-kupu

lama tak ku simak
setelah kupu-kupu itu tanggalkan kepompong
kepompong besar tapi sunyi
dan jutaan serangga yang memintanya
meluruhkan warna warni sayap
sayang, kupu-kupu lugu pun larut
dan kepompong kehilangan pelita
cahaya sudah tertelan habis oleh malam
dalam kesenduan, cinta terjual murah
semakin banyak malam semakin jauh
teruslah terbang kupu-kupu manis, teriakku dulu
kau tertawa,
tentu saja... kupu-kupu akan terus melayang
tawarkan cinta di baskom-baskom kosong
lalu kemarin malam tersimak cerita baru
kupu-kupu lelah
coba kembali masuk kepompong
tapi tiada lagi celah
dalam kependek asaan
benturkan sayapnya ke tiang listrik
setelah cinta terhabiskan,
masih mampukah kupu-kupu menuliskan cerita
bagi anak-anaknya kelak?
kupu-kupu berkata : ini bukan cerita untuk anak-anak!
baiklah, may god keep you in safe, darling... amin

*paling ngga' makasiy buat insightnya.

Wednesday, August 09, 2006

buat roy hari ini

kematian adalah apa yang paling titik
tidak ada jeda, koma atau apa pun
adalah pintu dari segala kesendirian
dan jalan dari awalnya akhir
kematian adalah temaram
berbau kamboja dan sedap malam
juga air mawar basah di atas tanah kering
seperti bau hujan pertama kali
seperti bau hio pertama dibakar
kematian adalah penantian dari sebuah pertemuan
kematian adalah klise
cerita sesungguhnya adalah ketika setelah kematian
kehidupan
kematian
kehidupan sesungguhnya

*selamat hari kehidupan yang ke-6, roy..

Saturday, August 05, 2006

the wrong one

-1-
aku menjadi fatamorgana buatmu, katamu
melulu aku seolah ada
sesekali menembus masa
mengalirkan hawa cinta
ketika harapan mulai menuntut keberadaan
melulu aku seolah menjadi tak ada

-2-
padamu aku mengira
segalanya menjadi sederhana
.. yang telah kuteguk secara paksa
masih akan selalu ada
kelihatannya kini tinggal kepulan amarah
pada sebuah wajah teduh
yang siap menunggu
di dini hari yang selalu membuat perih
untuk lagi kuteguk
dan kemudian kumuntahkan

-3-
seharusnya
kita bisa saling berbagi kekosongan itu
sayang...
gitarmu sudah tidak lagi berdawai

-4-
kau sematkan ratusan kata
pada peta yang hampir selalu menyesatkan cuaca
hingga bisa kau hujankan kemarau
dan kau kemaraukan hujan
tapi tetap saja
mantramu tidak membiak
hatiku tetap berkarat


*maaf...

Tuesday, July 04, 2006

little princess, please don't cry...

Kemaren ke bobo fair sama Ulan. Berdua.
Had fun as usual.
Sampai ada satu moment yang bikin gue bete.

Bete ngeliat ada beberapa ibu yang abis lunch time mulai banyak ke arena panggung utama dengan ngegandeng gadis kecilnya yang mungkin gak pada lebih dari 10 tahun.
Mereka ikutan kontes ratu-ratu an.

Ada yang pake baju kayak nirmala, ada barbie, snow white dan sejenisnya.
Biru, merah, kuning, hijau dan banyak warna.
Rata-rata off shoulder, you can see dengan rok yang membalon.
Pake tiara di kepalanya, ada yang pake pita-pita kecil yang disematkan ke rambut yang dirol sosis.
Matanya smokey, ato merah kuning berglitter.
Anak sekecil itu jadi cantiiiiik sekali.
Kata Ulan, kayak princess.
Gue bilang seperti bidadari.
Dia bilang, bukan... itu princess, kalau bidadari itu Ulaaan.
Hmmm, gak kepikiran sama gue dia bakal ngomong gitu.

Yang bikin gue bete bukan karena wilayah duduk gue sama Ulan di depan stage utama itu jadi keganggu karena tiba-tiba aja banyak yang bolak balik dengan rok yang dikibas.

Tapiii, kuping gue kepolusi sama satu ibu yang marahin little princessnya yang mendadak mogok pake mahkota karena kepalanya kesakitan.

'Pake ini dong biar bagus... gimana sih?! Jadi mau ikut nggak?? Udah dibeliin baju mahal gini.. Tau gitu, gak usah ikutan !!! Ayo, sekarang pake !!!'.
Si little princess tadi malah nangis. Tetep gak mau.
'Sakiiit.. Aku gak mau pake'.
'Ditahan aja sakitnya, atau sini mamih longgarin lingkarannya'.
Ibu tadi mencoba ngakalin si mahkota sampai bisa pas di kepala princessnya.
Dan mahkota itu akhirnya bertengger manis di rambut panjang yang dikriwil kecil-kecil dibarengi isakan kecil.
'Udah, diem. Gak usah nangis.. Make up nya jadi luntur tuuh. Iihh, khan susah makein maskara kamu, gimana sih?!'.
Dan tangan si ibu melap ujung mata princess sambil terus menunjukkan kekesalannya.

Duh.

Ulan nanya, knapa dia nangis? Khan udah jadi princess..
Gue bilang, mungkin dia lagi sama nenek sihir.
Ulan bingung, itu khan ibunyaaa... bukan nenek sihir, dia gak bawa sapu terbang kok.
Iya, itu nenek sihir yang lagi pura-pura jadi ibunya.
Males bersebelahan sama nenek sihir tadi, gue menyingkir ke deretan belakang.

Hallaaah... sama aja.

Ada ibu-ibu yang pengen rasanya gue tonjok.
Kalau tadi si nenek sihir tega nyakitin fisik anaknya demi terlihat cantik dengan tetap bisa pakai mahkota.
Yang ini versi lain.

Little princess yang pakai baju snow white tapi rok nya gak terlalu menggelembung.
Setiap ada princess lain yang jadi kompetitor gadis kecilnya, si ibu selalu berkomentar.

'Tuh, kalau aja kamu punya rambut panjang, khan bisa digituin rambutnya...'
'Yang baju pink cantik yaaa... Coba kemarin kita pilih baju barbie fairytail aja yaa'.
atau :
'Kamu diem dong, jangan banyak bergerak ntar bajunya lecek. Tuh liat yang di depan tuh, cantik khan kalau diem gitu'.

Huh! Tau gak sih looo madaaaam, kalo kata-kata lo tuh ngejatuhin mental anak lo.
Dan yang lo bawa itu bukan boneka tapi orang.
Mungkin ibu-ibu itu lagi menukar jiwa anak-anaknya jadi boneka mainan.

Gue sih gak masalah kalo emang mau ngikutin anaknya ke kontes-kontes kayak gitu, tapi jangan terus jadi beban dong buat si anak.
Obsesi orang tua diturunin ke anak-anak secara paksa.
Gak punya nurani.

Dan daripada princess-princess itu jalan di atas stage, berpose, berdiri dengan senyum yang dipaksakan sambil menunggu beberapa orang dewasa menilai seberapa mirip mereka dengan barbie, snow white, putri duyung atau tokoh kartun cantik lainnya, better mereka main flying fox atau ngegambar, mewarnai.
Dunia mereka tuh main, jadi seharusnya dandanan tadi hanya main-main saja.
Gak perlu dinilai.
Gak penting.

Gue mungkin juga bukan ibu yang ideal karena gue udah menggadaikan waktu gue sama anak-anak tapi paling nggak gue gak akan pernah menjadikan anak-anak gue ke hal-hal yang keluar dari fitrahnya.

Akhirnya moment itu sukses membuat gue cabut lebih awal.
Gue gak mau sakit mata ngeliat hal-hal gak logis di situ.
Reality show kayak gitu gak baik buat kesehatan jiwa anak gue.

Seperti kata Ulan, dia bukan princess tapi bidadari.

Wednesday, June 21, 2006

Suratku

Dear Hujan,
Lihat kini
Rambutku kuyup
Buku-bukuku basah dalam tas selempangku
Padahal masih satu tahun lagi harus terus kubaca
Sepatuku penuh air
Dan aku cuma punya satu pasang sepatu
Belum lagi sekarang aku jadi menggigil kedinginan
Kebasahan dalam kelaparan
Pasti aku masuk angin nanti malam
Dan Mak ku sayang pasti akan kebingungan besok pagi
Karena badanku memanas
Hingga ia harus menemaniku di rumah
Mengganti setiap saat kompres di kepalaku
Meninggalkan warung makanannya di dekat pasar

Dear Hujan,
Kenapa tidak nanti saja turunnya?
Kalau aku sudah sampai di rumah
Kalau sudah malam
Biar enak tidurku
Karena biasanya kalau hujan malam-malam
Di rumah jadi tidak banyak nyamuk

Dear Hujan,
Kamu sudah bikin aku jadi murung
Semurung mendungmu
Bikin aku marah
Segalak guntur gemuruhmu
Yang seolah mengajakku bertarung
Kenapa sih kamu sering meledekku?
Dengan lidah halilintarmu
Aku sedih
Aku menangis
Aku menghujan

Dear Hujan,
Kalau saja Mak ku sayang mau meminjamkan
Pisau dapurnya yang sedikit berkarat itu
Akan kubelah mendungmu
Sampai titik air yang jatuh menjadi merah darah
Melukai awan hitammu sampai terkena tetanus
Kalau perlu sampai kamu diamputasi

Dear Hujan,
Kamu sering salah jadwal
Salah tempat
Harusnya kamu kursus etiket dulu

Dear Hujan,
Bisakah kamu tidak muncul dulu
Besok?
Aku harus mengeringkan buku-bukuku
Sepatuku
Tas selempangku
Tolong biarkan matahari yang menyapaku
Sepanjang hari
Terimakasih

Salam,
Aku

*inspired by Ning : you have a very smart kid, Ning..

Friday, June 02, 2006

dukamudukaku

Anak sahabatku meninggal.
Turut berduka ya Liii..
Adik sahabatku juga meninggal.
Turut berduka ya Mas.
Ibunya pun menyusul.
Turut berduka lagi ya Mas.

Auli punya retak di kepala sekarang.
Pasti nyambung lagi dear, sing tenang.
Adhit punya kaki kanan yang belum bisa bergerak sekarang.
Asal rajin terapi, nanti bisa dipakai lagi kok Dit.
Mereka punya rasa kehilangan.
Jangan sedih, Naresh gak hilang kok, cuma pindah tempat.
Sing sabar.
Sing sadar.
Hidup penggalan dari gelap ke terang.

Buat semua di belahan selatan sana, aku berduka.
Mungkin Indonesia juga.
Termasuk Gajah Mada.

Wednesday, May 24, 2006

bantu gw dong, God...

Mau ngomong apa?
Apa yang bisa dikomunikasikan tentang ini?
Untuk pertama kalinya gw menganggap suatu pesan ternyata gak mudah untuk dibuat.
Bukan karena terlalu banyak atribut.
Justru karena gak ada sama sekali atribut.
Seharusnya bisa lebih mudah karena belum terbentuk persepsi.
Tapi kok ya susah.
Padahal sudah terkondisikan gak ada beban.
Gak seperti memecahkan kode dalam The Last Supper nya Da Vinci yang kontroversial itu.
Padahal bikin, bikin aja. Keluarin aja.
Gak harus takut dianggap melecehkan, seperti efek dari The Satanic Verses nya Salman Rushdie.
Padahal dijamin gak akan ada noise dalam proses penciptaannya.
Tapi knapa gak sesederhana seperti apa yang seharusnya disampaikan???
Kenapa setiap kebenaran menjadi berat pada awalnya?
Kalaupun mudah tersampaikan, pasti berat dirasakannya.
Padahal ini bukan tentang kepentingan gw.
Tuhan, bantu dong...

Tuesday, May 09, 2006

Being Nothingness 1

Kamu terlalu reaktif.

Tidak, saya cuma antisipatif.

Apapun itu namanya, kamu tidak pernah memperhatikan perasaan orang karena sikapmu.
Selalu mengambil keputusan sendiri. Tahu tidak kalau sejak dulu sudah ada demokrasi, coba dengarkan juga dong input orang lain...

Justru karena saya mendengarkannya lebih dulu sebelum orang lain bersuara.

Jangan potong dulu, kamu bukannya mendengar tapi menentukan.

Mungkin, tapi demi kebaikan bersama.

Kebaikanmu saja mungkin. Egois.

Seringkali kita harus egois terhadap orang-orang tertentu.

Termasuk saya?

Jika memang harus, tentu saja.

God, kamu terbuat dari apa sih?

Nietzsche dan sedikit Kierkegaard mungkin.

Tapi mereka juga manusia kan? Kenapa kamu tidak bersikap biasa saja seperti orang pada umumnya?

Seharusnya manusia ya seperti saya.

Narsis.

Tidak, hanya coba bicara sebenarnya.

Tahu apa kamu soal kebenaran?

Seperti saya tahu diri saya.

Tuh, lagi-lagi kembali ke kamu. Tidak pernah memperhatikan orang lain...

Salah, saya selalu memperhatikan orang lain.

Iya, untuk kepentingan kamu sendiri kan?

Memang seharusnya untuk siapa? Bukankah semua yang ada di dunia ini untuk pembelajaran diri sendiri? Kita memang harus memperhatikan diri kita dulu, baru orang lain. Bikin diri sendiri benar saja dulu, baru bikin orang lain benar. Itu juga kalau orang lainnya mau.

Tapi kamu selalu berpusat ke diri sendiri, jarang sekali mikirin orang lain.

Mungkin diri saya masih banyak yang harus diperbaiki dan belum waktunya mikirin orang lain...

Kamu mencari pembenaran.

Tidak, adanya seperti itu.

Bohong.

Buat apa?

Ya, buat kepentingan kamu. Supaya tidak disalahkan. Supaya selalu merasa benar.

Kamu yang menilai seperti itu bukan saya.

Duh, saya capek menghadapi kamu.

Apalagi saya.

Kalau begitu kita tidak usah saling bicara saja.

Kalau menurut kamu yang paling benar seperti itu, baiklah.

Kamu membalikkan fakta seolah keputusan ini semata-mata karena saya.

Kamu yang memutuskan untuk tidak saling bicara. Bukan saya.
Saya hanya mengiyakan saja, dengan catatan hal ini membuat kamu merasa lebih baik.


See, kamu memulainya lagi.

Baiklah, kalau begitu saya tidak akan komentar apa-apa lagi.

Oke, mungkin lebih baik begitu, kamu diam saja. Kali ini biar saya yang memutuskan, karena saya kan laki-laki.

Baik, saya menurut.

Kita tidak perlu lagi saling bicara.

...

Tidak ada lagi pertemuan, walaupun tanpa ada pembicaraan.



Tidak boleh ada kamu, sewaktu ada aku.
Begitu juga sebaliknya. Deal?

...

Hayo, jawab!

Oke, deal.

Oke, saya merasa lebih lega sekarang.

Begitu?

Ya.

All the best for you then.

Yeah, you too. Good bye forever.

Ya, forever.





Sudah, tutup sana teleponnya.

Kamu dulu. Kamu yang menelepon. Nanti saya dibilang tidak sopan.

Hmmphf, di detik terakhir pun kamu masih ingin dianggap baik.

Maafkan kalau begitu. Bukan maksud saya. Tutuplah sekarang.

Oke, saya tutup sekarang. Dalam hitungan 3 detik line nya akan terputus.

Baik, saya tunggu.

.
..
...
...........................................................
Damn, sungkurkan egomu supaya kita bisa bicara lebih enak!!!! ( di ruang dan waktu yang berbeda ).

Damn, sebegitu saja ternyata kesanggupanmu menghadapiku... ( di ruang dan waktu yang berbeda ).


*diambil dari beberapa lembar tulisan cerita saya yang sedang dalam tahap penyelesaian.

Wednesday, April 12, 2006

*slice of life

The hyperealistic one.
My other one.
Menulis tentangnya pun jadi pelarian.
Dari segala bentuk ke-absurd an.
Wajar menurutku.
Tidak buat mereka.
Parameter normatif yang sering tidak logis.
Kehidupan sampah yang diberi label.
Dan dikemas dalam bungkus yang indah.
Sebenar-benarnya adalah kosong.
Bahkan minus.
Hidup cuma sebesar bola dunia.
Isi seluruhnya hanya masalah.
Dan kita dihadiahi kalbu.
Tidak bisa kusamakan dengan pikiran, apalagi hati.
Harusnya bisa dipakai.
Karena fungsinya lebih dari sebesar bola dunia.
Tapi seringnya jarang dipakai.
Lebih sering pakai hati.
Lahirlah produk baik dan jahat.
Banyak yang pakai pikiran.
Berbuah solusi sesaat yang penuh perhitungan.
Lebih bagus telanjangi saja pikiran itu sampai sebodoh-bodohnya.
Dan kuras isi hati sampai perih.
Menangis sepanjang waktu.
Padahal waktu saja buatku tidak ada.
Waktu cuma buatan.
Supaya banyak hal tidak bentrok dilakukan satu sama lain di saat yang sama.
Hai, perfect stranger...
Kutanya pada kalbuku, apakah kamu benar-benar real.
Kamu ada.
Bahkan sejak dulu. Lama ada.
Lebih dari sekedar ada.
Aku kamu satu.
Bukan menjadi satu.
What we’re having is a crazy thing.
An absurd thing.
Yet real.
Beyond realistic.
Aku kamu satu.
Di dalam kehidupan yang penuh sampah.
But we will create a different world.
World of us.
Us.
Kapanpun, di manapun, dengan siapapun.
Us.

Wednesday, April 05, 2006

love letter

uh, yes.
i love this love letter.
taken from one book i read.

Dear Philo,

I am sitting here. Staring blankly into the air outside the window panes.
I wish for the view to change. But it's still the same old view.
The same old sadness. The same old problem.

Then the rain is trickling down. It wipes away the dust off the street.
Yet what has changed, my love? Nothing.

Love,
Carmen.

duh...

Thursday, March 23, 2006

kita

Individu adalah ilusi.
Dan cinta adalah abadi.
Aku kamu.
Kamu aku.
Apalah itu.
Cuma sebuah kisah klasik.
Feeling kind of romantic?
Tapi rasa bukan bentuk.
Bahkan bentuk saja bisa menguap.
Mencair.
Kemudian membatu.
Kembali.
Menjadi tetes air.
Dari sepasang mata yang indah.
Kamu aku.
Katanya cinta.
Dan cinta adalah abadi.
Dan kita √°dalah individu.
And i do wrote this for someone.

Tuesday, March 07, 2006

au' ah.

gap is a 'problem' that must be solved by communication.
semua orang tentunya tau dan merasa paham tentang itu.
tapi kenapa di industri yang justru seharusnya mengatasi gap itu, malah bermasalah dengan komunikasi itu sendiri?
tanya kenapa?
hmmm, katanya pakaaar....
big WEEEEEK!!!!! :P

*ngatri gak siy yang gw tulis? hmphh, cuma ke'bt'an sesaat.

Friday, February 10, 2006

i'm the one who love this song soooo much!

'If you're not the one then why does my soul feel glad today?
If you're not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?'
......

gue gak tau apakah mesti mengutuk lagu itu, membencinya atau malah memutarnya terus secara looping selama almost 1 hour a day dan also on night.
buat gue gak ada lagu yang cinta yang lirik dan melodinya lebih murahan dan sangat desperate daripada yang satu itu.
tapi herannya hampir setiap program song request, mau itu di radio atau di cafe atau di karaoke, tetep aja lagu itu dinyanyiin.
if you're not the one sepertinya sudah berbagi tahta dengan making love out of nothing at all yang juga sempet jadi musik cemen yang menjadi top of mind gue sebelumnya.
just like my one guilty pleasure gituh...

pernah kejadian di kantor yang lama, seseorang menegur gue lewat telephone ke extention gue cuma nanyain satu hal : ada apa di balik lagu itu?
dan gue cuma bisa bilang lagi pas suka.
beberapa minggu setelahnya, orang itu menanyakan hal yang sama tetap lewat telephone.
gue mengira dia terganggu dengan lagu wajib ini yang gue puter terus-terusan, mungkin dia bosen.
tapi toh gue memutarnya dengan level suara yang minim, cuma buat konsumsi gue.
dia penasaran, menurutnya gue mengalami hal yang sama seperti yang ada pada lirik.
another sok tau person... gak begitu laaah.
beberapa kali dia tetap menanyakan hal yang sama dan sebanyak itu juga gue bilang karena gue suka.

daaaaan, sekarang pun adalah seorang ary pahlevi yang duduk di seberang gue dengan senang hati memutarkannya buat gue.
bisa pagi, kadang siang atau sore, dan openingnya selalu sama : lagu ini buat oca....
hehehe, makasiy lhoo, walaupun gue harus rela matiin the memory remains atau the unforgiven 2 terlebih dahulu dari windows media player gue.
cemen cemen deh.
daaaaan, gue nulis ini pun sambil dengerin lagu itu dari speakernya ary.

......
'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
'Cause I love you, whether it's wrong or right
And though I can't be with you tonight
I know my heart is by your side

I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

*aih, mattte'!!!!!

Saturday, January 28, 2006

cerita semalam



aku sering bertanya tentang satu hewan

dulu

yang katanya tidak pernah ada

tapi aku melihatnya

dalam mimpiku semalam

gerakannya anggun

memandang tenang dengan matanya yang jernih

hadir dengan segala kesuciannya

meninggalkan cukup ruang

yang dikosongkan oleh cintanya

ia berdiri tegak

dan tetap tidak butuh eksistensi

aku memberinya makan

bukan dengan biji-bijian

tapi dengan kemungkinan akan keberadaannya

di sini

bersamaku

dan

itu memberinya banyak kekuatan

hingga dari keningnya tumbuh tanduk

satu tanduk

ia tumbuh menyerupai perawan

putih

bercahaya

di dalam cermin

dan di dalam dirinya sendiri

kemudian

ia menciumku dengan senyumnya

ciumannya menumbuhkan dua sayap

di punggungku

kemudian ia terbang

berputar sebentar di atas kepalaku dua jengkal

ia tertawa

tawanya mengajakku pergi

bersama

selamanya

dan

aku terbangun

dengan cerita dunia unicorn

di tanganku

Friday, January 20, 2006

other form of wall art : pinboards.

Who says that only serious artwork merits a place on the wall?
A simple pinboard featuring postcards, photos or children's drawings makes a very personal piece of art.

There was an artist, Kurt Schwiters ( kalo gak salah ), who first introduced this concept of art.
He was particularly fond of 'found' objects - from tickets and bits of linoleum to worn out shoe soles - which he used to create collages and fragmented arrangements.

It didn't involve a paintbrush or canvas but the end result was still powerful.

Actually there are many different contemporary ways to develop his original idea.

You could, for example, make a montage of momentos from foreign trips as a visual reminder of your travels, or run a single line of postcards along a wall or around the room.

You could even decorate an entire wall of the lavatory with a collage.
Another idea is to update a postcard collage to reflect the seasons, using pictures of blue skies and tropical waters in the summer and rainy Jakarta when night is come, or whatever it is.

The ultimate personal collage, however, is one that is made up of photos of your friends.
The appeal of pinboard art is usually offers fascinating insights into the owner's personality and lifestyle.

Put simply, it is the art of ( real ) life.

Wednesday, January 11, 2006

me

me
dear me
where do you go?

' I go where my heart tells me'

me
dear me
what do you hope?

'I hope for lands of green and blue'

me
dear me
what can you see?

'I see a smile then hear a voice'

me
sweet me
what will you do?

'I will prevail and love again'