Saturday, October 17, 2009

at party last night

and
it's your smile..
your face
your lips
that i miss
...

Thursday, July 16, 2009

temui aku di sana.. nanti

tidurlah.. biar aku menemani dari sini
sudah selesai ceritaku tentang pagi
yang menjemput siang dan mengawal malam
sekarang ingin mengambil satu bintang
untuk kau bawa tidur
biar pendarnya menghiasi mimpimu

tidurlah, mimpi yang indah..
temui aku di sana
nanti

Wednesday, April 15, 2009

dreams

when the time runs out
i will come around through the backstreet of my mind
looking and fighting for the dreams i shouldn't have
my heart, my song, my sunshine and my moonlight
then it's funny how i didn't know it
burn on the water
flood on the fire
and it's bleeding without blood
it hurts without pain
my moon..
i'm on my knees, empty
begging for the flowers that wouldn't bloom
and for the melody that never played in rhythm

Thursday, April 02, 2009

wanna shoot the moon?

temani aku malam ini
.. dan malam-malam seterusnya, harapku
seperti bintang yang selalu menemani bulan
dan katamu, aku adalah bulanmu
bulan selalu mencintai malam
walau malam kini menjadi perih
tidak seperti malam-malam yang lalu
yang selalu jadi monolog ritual
di antara siaran discovery channel
atau di tengah ketukan bola-bola bilyar
dan selalu berakhir dalam kekenyangan yang flat
temani aku malam ini
paling tidak malam ini saja
karena aku selalu berselera dijahati wangimu
ingin kuhirup sampai tuntas
walau kutau tidak akan pernah terpuaskan
tapi paling tidak malam ini
.. beri aku sedikit saja

Tuesday, March 31, 2009

yang aku mau

Kemarin aku bisa mendengar kamu bernafas di bahu kananku.
Merasakan hangat udara pendek-pendek menyapu kulit.
Disusul lembut bibirmu.
Hari ini aku masih mendengar tarikan nafasmu menciumi rambutku.
Merasakan getar jarimu di beberapa helainya.
Disertai pelukan nyaman.
Aku mau itu terus.
Karena aku mulai kecanduan.
Akanmu.

teringatmu

aku teringatmu.
bukan mengingatmu.
tidak perlu effort menghadirkanmu di kepalaku.
slide by slide akan bermunculan begitu saja.
tentangmu, kemarin.
hari ini.
besok.
susah sekali untuk sebentar saja tidak teringat.
tidak pernah bisa walau sudah usaha.
sama percumanya mungkin seperti berusaha untuk menang main petak umpet di tempatmu dulu.
akan sangat melelahkan berusaha untuk menang.
terlalu luas area yang harus dilewati dan terlalu banyak rintangan yang harus diatasi.
sama luasnya seperti alam pikirku.
seluas alam nuraniku.
dan keluasan itu bukan keluasan yang kosong.
berjuta-juta kamu dan segala tentangmu ada di sana.
pun begitu tak pernah berhenti aku terus memadatinya denganmu.
lagi.
dan lagi.

Monday, March 30, 2009

awal hingga kini

Pertemuan yang sederhana.
Sesederhana ceritamu tentang masa kecil.
Diiringi senyum dan tawa.
Tawa yang sederhana.
Diselingi ledekan dan celetukan jail terhadapku.
Yang juga sangat apa adanya.
Semua kesederhanaan itu berakhir ketika tercipta sebuah blank spot.
Area kosong yang seketika mematikan waktu.
Yang membuat kita kehilangan kata.
It became an unverbally talking.
Hingga kini..
Saling menatap, menjadi sebuah kebutuhan.
Menjadikan sebuah rasa yang sebenarnya juga sederhana.
Tapi tidak untuk sebuah kondisi yang tidak sederhana.
Hingga kita kesulitan menyederhanakan apa yang ada.
Apa yang kini ada.
Di antara kita.

Sunday, March 29, 2009

pool-ing with you in mind

Bola ke-9 selesai.
New game again.
Sudah permainan yang ke-5.

Sendiri.

Melampiaskan marah pada bola-bola yang padahal selalu setia untukku.
Sebelum memukul bola-bola itu, aku selalu bertanya pada mereka.
Pernahkan kau merasakan begitu rindunya dirimu sampai membeku jemarimu?
Oo, tentu saja tidak pernah.. kau tidak memiliki jari.
Rindu sampai melunturkan warna yang tertattoo di kulitmu mungkin?
Hmm, tentu tidak juga.
Karena kalian pasti akan selalu bertemu.. bola warna-warni, bola putih dan stick.
Yeah, threesome bahkan.
Kalian tidak tau artinya rindu.
Itu sebabnya aku marah.
Marah karena merasa rindu.
Marah karena menjadikan kalian bisa saling bertemu.
Marah melihat betapa rindu versi kalian terlampiaskan.

Bola ke-9 selesai.
New game again.
Permainan ke-7 sekarang.

sesuatu yang sempurna

Kamu ingin apa hari ini?
Aku, katamu.
Keinginan itu akan aku.
Aku hanya bisa tersenyum.
Hatiku sudah buatmu, walau memang tidak bisa sepenuhnya terinderai sepanjang waktu.
Tapi apalah artinya itu, karena waktu selalu melalap semua yang nyata.

Sementara kita tidak pernah nyata.
Sehingga kita akan selalu ada.
Ada untuk merasai,
menciumi,
menyayangi.
Sempurna, bukan?
Ya, mimpi yang sempurna...
Katamu.

200/CR-IA/95

Wednesday, January 28, 2009

28 January 2009 - 00:17:06

16 menit yang lalu..
semuanya terasa pas
pas aku menyelesaikan satu cerita pendek yang kusuarakan pelan
aku tau kamu mendengarnya, di sela klik keypad laptopmu
di hatiku
kamar ini mendadak senyap, pas aku menghela napas
pas titik terakhir dalam kalimat terakhir di cerita pendek itu
'cerita yang bagus' katamu
'cerita buatku?' tanyamu
'sudah selesai ceritanya?' tanyamu
'..bahkan cerita kita belum punya kalimat terakhir' katamu

iya, selamat ulang tahun cinta : kataku
buat kamu
dan kamu
....

Saturday, January 24, 2009

emotionally challenged

Banyak orang bilang laki-laki berpikir pakai otak, perempuan pakai hati.
Sebenarnya kalo dipikir benar-benar, laki-laki lebih emosional daripada perempuan.
Apalagi kalo sudah tentang hobby. Emosionalitasnya sering lebih gila dari perempuan mana pun.
Apalagi kalo harga diri ikut-ikutan main. Masalah ego.
Hobi taruhan bola. Marahnya amit-amit kalo team jagoan kalah mampus. Bisa maki-maki sehabis tontonan, maki-maki di telpon waktu disentil tentang kalah taruhan dan maki-makinya dituntasin di status Y!M.
Hobi otomotif. Sama aja.
Motor ato mobil mesti yang paling keren, paling mahal, paling kenceng, paling canggih, paling ceper, paling ini, paling itu.
Sempet malah gw beranggapan kalo mobil termasuk salah satu benda seksual mereka. Hahaha..
Coz' a lot of good things have happened to ugly men in beautiful cars. Semakin 'paling' mobilnya, semakin cakep yang make.
Hobi fitness. Pernah punya pacar ato sohib laki-laki yang rela spent too much money buat berbotol-botol fat burner or pembentuk otot? Yang rela cuma makan sayur bayam dibening dan telor ayam kampung mentah-mentah tiap pagi dan malam? Wow!!
Itu baru kalo diliat dari sedikit hobby mereka. Belum lagi dalam hal pekerjaan atau malah percintaan.
Pokoknya buat mereka seringkali if a lot is good, then too much is even better.
So, girlz... welcome to compete with them, emotionally.

Monday, January 05, 2009

happy reading

happy new year.
happy birthday.
happy anniversary.
happy...

ketika beberapa orang terdekat ngirim sms ato email yg berisikan kalimat-kalimat di atas tadi pada saat tertentu ke gw, sampai sekarang -terusterang- gw masih suka bertanya-tanya, kenapa harus kata happy yang konsisten ada menyertai momentumnya.

sebegitu inginnya kah orang lain melihat kita bahagia?
melihat kita tertawa, senang? happy?

hmm, berarti happy itu identik dgn rasa gembira, senyum, tawa.. yaa?
pantesan koleksi foto-foto di setiap keluarga kebanyakan berisi moment-moment yg memasang wajah riang.
semua ingin dikenang sebagai orang yg bahagia.
orang yg happy.
pesta ulang tahun.
wisuda.
pernikahan.
acara kumpul-kumpul.
liburan.
dan hampir jarang sekali gw liat foto pemakaman ato suasana duka lainnya.
karena mungkin duka sama dengan kesedihan.
kesedihan adalah sebuah aib.
dan yg pasti gak mungkin kita bilang ke orang yg sedang berduka, happy berduka cita yaaaa...
hehehe, lucu kedengarannya.

konsep kata happy tadi masih aja iseng mengganggu pikiran gw yg suka sok menganalisa ato nyoba berteori barangkali-barangkali sehingga banyak kemungkinan yg malah jadi basi dengan sendirinya.
terus terang, gw sama sekali gak happy waktu harus killing time sambil nunggu jalanan gak macet di sebuah kafe yang di depan pintu masuknya ada tulisan happy hour gede-gede.
soalnya gw baru happy kalo minumannya gak cuma 20% diskon ato buy 1 get 1 free tapi happy kalo gratis :)
apalagi kalo gak ditemenin sama orang yg enak diajak ngobrol.
uh, that's really not a happy ending story of the day banget.

Sunday, December 21, 2008

birthday card

hari ini.
jam 12 siang kurang 8 menit.
happy birthday my dearest q la.
belahan cinta buatmu.
it has always been glorious moment.
sekarang, sampai nanti.

Wednesday, December 17, 2008

Automatically Me

Kamu tau aku tak pernah menunggumu. Kamu tau aku selalu di sini secara otomatis. Bukan menunggumu.. tapi selalu ada untukmu.
Seperti bulan yang otomatis ada untuk malam.
Seperti semalam yang otomatis romantis.
Manis. Tidak kesat. Tidak juga dingin.
Berhari-hari siang menghauskan kita.
Dan semalam hangatnya bulan silamkan dahaga.
Kamu bisa menemuiku kembali di sini.
Tepat di bawah bulan yang sama.
Secara otomatis.

Wednesday, December 03, 2008

Kissing - Bliss

The red light of the sun,
slowly descending.
The sky is all I see,
it's never ending.
We could fly,
you and I.
On a cloud,
kissing, kissing.
The wind plays with the leaves,
the weather turns colder.
But as long as we believe,
love doesn't get older.
We could fly,
you and I.
On a cloud,
kissing, kissing.
On a journey of the heart,
there's so much to see.
And when the sky is dark,
you'll be right here,
right here with me.
Right here with me.
Kissing.
(Kissing, kissing)
(A journey of the heart)



: hiks..miss u like hell

Friday, November 28, 2008

Di sini, kita bertemu

Pertemuan sekelebat yang sepertinya akan berkepanjangan. Pertemuan milik kita.
Pertemuan singkat namun mendalam dan susah dicerna. Seolah waktu menyediakan wadahnya terus menerus.
Untuk hanya sekedar bertatapan. Pandangan yang sarat keinginan.
Keinginan berdekatan, sekedar menyentuh tangannya yang kasar karena aus tergesek stick golf, menghirup wangi samar tubuhnya, menikmati bersama asap rokok marlboro lights, bertukar tawa cerita diselingi ciuman kecil.
Keinginan yang menjadi berkepanjangan tanpa alasan yang pasti pun.
Alasan hanya semakin mematangkan rindu yang terus saja membuah.
Rindu meliurimu.
'Biar kukunci rindu ini di sini, sampai pertemuan selanjutnya' begitu mauku.
Tapi waktu tak pernah tau diri, selalu menghantarkan rindu terus menerus.
Terus menerus.
Pertemuan sekelebat yang sangat adiktif.
Sarat rasa tanpa harus bermakna.

Thursday, November 27, 2008

it is so you.. and it's so me

kamu menjauh dari aku
bukan, bukan aku.. tapi kamu
bagaimana bisa? kamu khan tau bagaimana aku ke kamu..
mungkin, tapi kamu tau aku.. aku tak mudah percaya
mesti gimana lagi? kamu gak mau percaya
bukan tak mau.. kamu tak pernah mau jujur
tentang apa?
kamu menciumnya
Hmm.. aku memang jalan sama dia
dan kamu menciumnya..
Hmmm, aku butuh.. karena denganmu aku gak bisa
dan kamu menyalahkan aku sekarang..
Maafkan aku
Tak apa, pergilah..
Kamu benar-benar mau aku pergi?
...
Kamu yakin kamu mau pergi dari aku?
Aku tak yakin, tapi aku harus
Kamu gak mau kasih aku kesempatan lagi?
Inginnya, tapi aku tak bisa
Jadi?
Sudahlah..

Wednesday, November 26, 2008

pagi yang sempurna

Dari sela sela kisi kisi jendela kayu, cahaya pagi menyusup ke balik kelopak mata.
Menggugah mimpi.
Malas kusingkirkan selimut tipis yang sekedarnya menutupi dingin sisa semalam.
Kesibukan menyeret langkah hadapi hari kali ini.

Bara belum lagi padam.
Senyummu masih tertinggal di bantal.

Tuesday, November 25, 2008

Dalam hujan

Nafas nya tetap terdengar satu satu di sini
Di bawah kuning lampu jalanan
Menyeruak di balik asap hitam buangan bis PPD
Aku menunggu nafas itu hilang berjam-jam
Satu satu masih saja menggangguku
Perlahan gerimis
Aku menengadah berharap lebat
Mungkin hujan akan bisa membawanya pergi
Lampu kuning mengabu terselimuti beribu bulir air
Hujan menindih asap hitam di atas aspal

Nafas nya tetap di sini
Tak tau sampai kapan

Sunday, August 17, 2008

exist

Shout
The silence will be broken
No longer silent
Or invisible