Friday, December 08, 2006

Time: 23:10:42

Wajah-wajah karib di dalam tanah sana melelehkan dada.
Aku hanya berdua dengan laut coklat kecil. Di samping gelaran R.I.P bertaman kamboja.
Mata berjaga dengan jarak antara aku dan segala.
Ssst, jangan pernah takut mati, Ca.. , bisik sebuah suara.
Aku tersenyum.
Tentu saja aku takut, aku belum sepenuhnya berhijab.
Suara itu tak lagi berbisik, ia tertawa. Keras.
Dan aku membenci tawa itu. Seperti yang sudah-sudah.
Kuambil pisau lipat di selipan tas dan getaran tawa kubilah menjadi serpihan tipis.
Ia terkekeh perlahan, perlahan dan perlahan.
Aku menatapnya mati dalam malam.
Bertambah satu lagi nisan granit di sana.
Sementara aku masih berjaga-jaga di sini, berdua dengan laut coklat kecil.